Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Thursday, May 4, 2017

Bukannya sirik ya tapi agak terganggu jujur dengan istri2/pacar yang update status spt berikut ini, "Ah percuma nikah/pacaran kalau nonton/pergi/belanja sendiri." Cari suami apa cari temen nonton doang? Cari suami apa cari supir? Cari suami apa cari tukang bawa barang? hehehe... Rasanya ga pas kalau status seperti itu ditulis di FB/timeline line/ status IG maybe... sorry ya kalau ada yang tersindir atau tertabrak, status ini memang untuk Anda...

Cari suami/pacar itu bukan cari pelengkap tapi pendamping hidup saat susah maupun senang, saat sakit atau sehat, saat kaya atau miskin... Artinya siap menghadapi segala sesuatu baik pada saat dia ada atau tidak, saat dia bisa perhatian atau tidak(sibuk kerja)(perhatian mah harussss.....hehehe), saat dia dapat mengantar atau tidak, dsb... Toh waktu single bisa kan sendiri?

orang menikah itu harusnya 2 2 nya sama2 single(utuh) sehingga saling memberi karena jika kita memberi dari kekurangan kita maka pada suatu saat kita akan menuntut untuk dipenuhi...

Mengutip Ps.Juan Mogi minggu lalu, kasih itu memberi dan memberi dan memberi... Menikah itu juga harus dilandasi dengan kasih... Apakah saya adalah istri yang sempurna? Belum.. masih belajar juga apalagi usia pernikahan kami masih tergolong muda... tapi kalau kita bisa membangun healthy relationship saya rasa  benar seperti yang dikotbahkan minggu lalu yaitu fase honeymoon-pengenalan dan penerimaan (mungkin ada konflik dan ketidak senangan disini) lalu kembali ke fase honeymoon dan selamanya honeymoon....

Apa sih fase honeymoon itu? wait on my next post.... hehehe

Tuesday, April 9, 2013

Acceptance


Acceptance
                Seorang gadis belia duduk menanti seorang pria yang berjanji untuk menemuinya hari ini. Jika dilihat orang, gadis ini memang berparas cantik tetapi ada kalanya sikapnya menjadi seorang yang jutek, galak, dan tidak dapat didekati. Hari itu sang pria dating sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Ia turun dari angkutan dan menggenakan baju seadanya yang menurut sang gadis tidak layak untuk dipakai.
                Gadis ini, sebut saja namanya Fillia. Ia memiliki standard tersendiri dalam memilih pasangan serta penampilan fisik pasangannya. Sebuah kesalahan fatal ketika pria tersebut memakai baju yang menurut Fillia sudah lusuh. Ia turun dengan santai dan menjabat tangan Fillia. Sekita itu juga di dalam hati dan pikiran Fillia telah menolak pria tersebut. Akan tetapi perasaan kesepian dan kosong begitu mendominasi hidupnya yang dianggap orang sempurna.
                Fillia memang pintar, cantik, dan terpandang. Banyak pria yang mencoba mendekatinya. Hasrat ingin mengisi kesepian begitu mendominasi hatinya sehingga ia tak kuasa menolak pria tersebut mentah-mentah. Sambil mengulur waktu, hubungan mereka berkembang. Fillia mendapatkan apa yang ia mau, sampai suatu titik penolakan itu lebih kuat dari hasrat kesepiannya. Ia akhirnya menolak pria malang tersebut. Fillia memacu dirinya untuk mencari pria yang lebih baik lagi secara fisik.
                Singkat cerita, ia bertemu dengan seorang pria tampan dan berani menggoda dia. Pada dasarnya, ia menghargai pria yang bisa masuk secara tepat dalam kehidupannya. Semuanya terlihat begitu sempurna. Ia mengenalkan pria tersebut pada seorang yang dianggapnya dapat dipercaya. Orang tersebut meragukan pria tampan ini karena preingainya. Fillia juga menggenalkan pria ini pada keluarganya. Semua berjalan dengan baik, namun peringai kasar dari pria ini mulai tampak. Belum Fillia menerimanya sebagai pasangan ia melihat bahwa pria ini kasar.
                Sekali lagi, Fillia harus patah hati. Pria demi pria telah banyak ia temui dengan kisah yang hampir serupa dalam hidupnya. Dalam hitungan minggu/ bulan, Fillia dapat menggandeng calonnya. Tetapi semuanya tidak pernah berlanjut ke jenjang pacaran. Fillia merasa dirinya tidak berharga dan tidak dapat diterima. Sebenarnya, kemelut apa yang ada dalam diri Fillia?
                Berawal dari kisah masa kecilnya. Fillia memang pandai namun jika Fillia mendapakan nilai dibawah 80, ibunya selalu memarahinya dan berkata bahwa Fillia tidak maksimal. Ia seharusnya mendapatkan 100 seperti anak teman ibunya. Fillia kecil merasa tertolak dan gagal jika ia tidak dapat maksimal. Perasaan dan pemikiran ini terus ia bawa sampai ia dewasa.
                Terlebih lagi sewaktu SD, teman-teman wanita Fillia selalu memusuhi dia. Entah apa alasan mereka, mungkin karena iri atau hal lainnya. Fillia sekalagi tertolak. Bagi dia, jika orang tidak mengakui kehebatannya atau kelebihannya berarti ia tidak berguna. Ia berusaha terus memacu prestasinya. Ditengah-tengah, Fillia dipindahkan ke SD yang lebih bergengsi. Ia berharap teman-teman di SD baru lebih baik dan menerima dia. Memang mereka menerima Fillia karena Fillia masuk TK yang sama dengan SD barunya saat ini. Di lain pihak, ketika Fillia hendak masuk sekolah tersebut, kepala sekolahnya pernah berkat, “ Sudah dapat mengikuti saja sudah bagus. Tidak perlu muluk-muluk ingin rangking.”  Ia merasa tertolak sekali lagi.
                Kata-kata itu terus membayangai Fillia. Ia memacu dirinya lebih keras lagi agar ia dapat diakui. Ia ingin semua orang yang pernah menolak dia tahu apa yang dapat ia kerjakan. Ia akan merasa sangat puas ketika orang yang mencela atau meragukannya mengakui kehebatannya. Hidupnya selalu dibwah bayang-bayang penolakan atau penerimaan. Ia memakai semua kedok prestasi untuk membuktikan bahwa mereka salah. Ia lulus menjadi salah satu lulusan terbaik sekolah tersebut.
                Saat SMP, Fillia masuk ke sekolah yang lebih berkualitas. Ia menghadapi atu geng yang sengaja mengerjai dia. Ketua geng dan anggotanya mengitimidasi Fillia. Di hadapan mereka, Fillia tetap tegar. Ketika pulang, hatinya tertekan karena ia tidak berani bercerita pada ibunya karena ibunya pasti memarahi dia lagi karena tidak melawan atau melapor pada guru.
                Intimidasi itu selesai setalh 1 minggu, tangis dan bebannya meledak di rumah. Fillia bercerita pada ibunya. Ibunya hanya merangkulnya dan bertanya pada Fillia, kenapa Fillia tidak cerita. Fillia kehabisan kata-kata. Ia merasa lemah dihadapan ibunya saat itu. Fillia hanya diam dan menangis. Peristiwa dengan geng itu membuatnya sekali lagi berada dalam posisi tertolak. Saat SMP, ada seorang pria yang jatuh hati pada Fillia yang saat itu sangat gemuk dan jelek. Ketika, ia tahu ada seorang pria tampan jatuh hati padanya, ia merasa sangat diterima. Ia berusaha memperbaiki diri, namun pada akhirnya mereka harus berpisah juga. Fillia merasa “ketagihan” dengan perasaan penerimaan itu.
                Ia juga punya standard minimum, yaitu pria yang dekat dengan dia harus sama dengan pria tersebut atau lebih. Ia tidak tenang tanpa adanya acceptance itu. Ia bergumul sampai ia dewasa. Ia selalu mecari kasih yang semu itu. Buat Fillia, Tuhan Yesus mati buat semua orang. Tidak ada bagian yang special buat Fillia. Ia merasa kurang dengan kasih Tuhan. Sampai suatu titik, Fillia merasa lelah dengan semua kisah cintanya. Ia mendengarkan kisah orang yang hidupnya lebih kelam dari dirnya. Ia tahu bahwa Tuhan menerimanya dan tak ada kasih yang benar-benar sejati kecuali dari Tuhan..
Hari itu menjadi titik pandang baru baginya dan tahu bahwa yang special adalah dirinya. Ia diciptakan berharga, Tuhan memilih dia. SEMUA BEBAN,KEKECEWAAN,PENOLAKAN HILANG DARI DIRINYA. Ia tahu sekarang bahwa dirinya berharga. Pria bukanlah segalanya dan bukanlah tolak ukur penerimaanya lagi saat ini. SETIAP KITA ADALAH BERHARGA DI MATA ALLAH dan IA MENERIMA KITA APA ADANYA! Datanglah padanya apabila Anda sedang bergumul dalam masalah yang sama seperti Fillia. Temukan kasihNya yang sejati. Ia menunggu Anda saat ini. Ia menunggu Anda dan saya.  
Jangan ada lagi kekhawatiran, ketakutan, kecemasan, rendah diri, dan semua hal yang bukan dari Tuhan dalam diri kita. Tuhan Yesus memberkati J

Tuesday, September 25, 2012

Sinful Nature


Can anyone in this world claim that he/she never fall into sin? Can anyone claim that he/she is a perfect being? I guess the answer will say no... Only God's perfect. I'm not a perfect person too, I know that many sins inside me that have to be clear up. Sometimes, I fell that I'm not "holy" enough to come to God and said, "Lord, I was fall." Inside my heart, the devil said to me, "You don't have to come to God anymore. He is too far outside there." I ever heard the devil's voice in my university life. My relationship with God became dry and dead until I realized that My God came to this earth to save the one that weak, sick, sinful, and want to be saved. He didn't come for those who think that they already righteous. He came to save me and to save you. Maybe we made many mistakes and keep falling into sin, but in that time, shout his name, come with a humble heart and confess your weaknesses (mistakes/sins). He will lead you back home. Here I attached a video that show, we as a human being sometimes want to fulfill our wants before we think it is pleasing to God or not. In the end, He still waits for us to come back... 


Or in your struggle, maybe you want to make him sad. You make sins in your consciousness, you willingly fall into sins. I also ever did it. I felt at that time, God was not just to me. A human, His creation should not ask this kind of question actually. We are his creation, but as we are sinful nature, we ask God and feel our life is full with injustice. If we can live today, it is because of His mercy. Why we have to blame God about our suffering. Back to the topic of Conscious sins, at that time, I just came to God with brokenhearted. I say sorry to God because I was made Him sad, especially Holy Spirit (The one that God given to us as the replacement of Jesus in this world along our lives). You and me, we never be perfect but one thing that we should trust. If we come to Him, humbly bow down, confess our sins, He will heal us and He stretched His arm wide open and says, "My Child, you are worth to be loved, I love you, never go away anymore. You are my precious one." I attached a video about God's love to us... 



Monday, November 28, 2011

IRI HATI

Iri Hati
                Sebuah kisah klasik apakah yang sering kita dengar mengenai iri hati? Tentu saja kisah mengenai Kain dan Habel. Kain membunuh Habel karena dia iri melihat bahwa persembahan yang Habel berikan pada Tuhan diterima sedangkan persembahannya tidak diterima.
                Tetapi sejujurnya  cerita itu bukan hanya menjadi kisak klasik tetapi harusnya merema dalam hidup kita. Kita melihat dan mengetahui bahwa iri hati yang ditimbulkan oleh Kain membawanya dalam dosa, yaitu membunuh adiknya sendiri.
                Pada hari ini, kita melihat bahwa banyak sekali realita yang menunjukan bahwa orang-orang di sekeliling kita memiliki banyak harta yang melimpah ruah dibanding dengan kta. Kita tidak pernah puas dengan apa yang kita miliki.
                Kita terus melihat orang-orang yang berada di level atas. Tidak ada yang salah untuk menjadikan mereka acuan dalam hidup kita tetapi ketika kita memAndang apa yang mereka miliki dan mulai iri hati, dosa sedang mengincar di sekeliling kita.
                Sebagai contoh,ketika kita mulai iri hati, hati kita menjadi tidak tulus dan murni dalam melakukan segala sesuatunya. Janganlah kita iri melihat berkat yang Tuhan berikan pada orang lain,tetapi mengucap syukurlah atas apa yang kita miliki saat ini.                            
                                                                                                                Bacaan:Kejadian 4




Wednesday, November 23, 2011

Jangan Buka Celah!

Jangan Buka Celah
                Manusia jatuh dalam dosa bukanlah suatu perikop yang asing bagi kita umat Kristiani. Tetapi apa makna dari proses tersebut sering kali kita abaikan. Hawa membuat sebuah kesalahan kecil yang berakibat fatal bagi semua orang.
                Hawa tidak menghindar dari godaan si jahat. Kita dapat melihatnya dari apa yang Hawa lakukan pada Kej 3:1-6. Disana kita dapat melihat bahwa Hawa menyelewengkan perintah Tuhan dengan cara melebih-lebihkan perkataan Tuhan.
Banyak dari orang Kristen yang melakukan hal yang sama. Ketika godaan datang yang kita lakukan adalah menghampiri dosa tersebut dan seolah-olah menantangnya. Orang Kristen bukan lah orang yang terluput dari godaan si jahat.
                Celah sekecil apapun dapat membuat Anda terperosok masuk lubang yang dala. Ketika Hawa tidak menjauhkan dirinya dari godaan tetapi justru menghampirinya, dosa terjadi, dan hukuman Allah pun turun atas ke tiga oknum tersebut  (Kej 3:14-19).
                Celah yang kecil dapat dilihat oleh iblis yang kita perangi, kapan, dan dimana saja.Kita dapat membangun kerajaan Allah dalam hidup kita selama bertahun-tahun dan dalam sekejap mata saja segala usahamu akan sia-sia jika Anda membuka celah.
                                                                                                                Bacaan : Kejadian 3

Tuesday, November 22, 2011

Which One?

Which one?
                Manusia sering kali berbicara bahwa saya rasa saya telah saatnya membutuhkan pasangan hidup. Tak terluput saya pun pernah mengatakannya. Tapi apabila kita telaah lebih lanjut lagi, kita mendapati bahwa pasangan hidup seseorang telah ditentukan waktunya oleh Tuhan
                Tuhan lah yang melihat apakah kita telah siap untuk memiliki pasangan hidup atau belum. Kita dapat melihatnya dari Kej 2: 15-25. Disana kita dapat melihat bahwa Allah lah yang berinisiatif untuk memberikan pasangan hidup kepada Adam,bukan Adam yang memintanya.
                Percayalah bahwa pasangan hidup itu adalah berkat dari Allah dan bukan hanya sekedar pengisi kekosongan hati/malu terhadap lingkungan karena Anda masih sendiri. Allah mengetahui setiap hati manusia dan memberikan apa yang menjadi kebutuhan anak-anak Nya.
                Masalahnya sekarang adalah sering kali manusia lebih fokus terhadap berkat-berkat Nya bukan pada Tuhan dan datang dengan daftar permintaan. Tak ada salahnya kita meminta pasangan hidup pada Tuhan tetapi jangan fokuskan hidup Anda terhadap berkat Nya tetapi berfokuslah pada Tuhan Allah kita.
                Saat ini apa yang akan Anda pilih , berkatNya atau Tuhan sendiri? Fokus Anda menentukan jalan mana yang akan Anda pilih dalam menjalani hidup ini.
                                                                                                                Bacaan : Kejadian 2

Monday, November 21, 2011

God’s Creation

God’s Creation

Sedari dini sering kita mendengar bahwa kita dan dunia ini adalah ciptaan Allah. Segala alam semesta dapat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Namun apa yang telah kita lakukan kepada alam ini tidak menujukan citra asli dari alam yang kita huni ini.
                Pada mulanya Allah menciptakan segalanya dengan baik terlihat dari Kej1: 3-31. Segala yang diciptakan Allah adalah baik terlebih lagi kita sebagai anak-anaknya. Kita berhak memanfaatkan apa saja yang diberikan Allah bagi kita karena kita menjadi segambar dan serupa dengan Allah.
                Namun manusia yang merasa memiliki hak untuk dapat memanfaatkannya, telah melakukan perusakan lingkungan. Apabila kita adalah manusia yang sejati, kita tidak akan melakukan perusakan pada lingkungan karena kita adalah anak-anak yang serupa dan segambar dengan Allah. Sehingga kita seharusnya lebih berhati-hati lagi dalam memanfaatkan apa yang telah Allah berikan.
                Kita sebagai manusia berusahalah sebaik mungkin untuk dapat memanfaatkan lingkungan dengan baik dan benar bukan dengan explotasi besar-besaran apalagi dengan disertai perusakan lingkungan.
                Cintailah Lingkungan Hidup kita yang telah diciptakan baik adanya oleh Tuhan Allah kita agar anak cucu kita dapat merasakan lingkungan yang baik pula.
                                                                                                                Bacaan: Kejadian 1