Bukannya sirik ya tapi agak terganggu jujur dengan istri2/pacar yang update status spt berikut ini, "Ah percuma nikah/pacaran kalau nonton/pergi/belanja sendiri." Cari suami apa cari temen nonton doang? Cari suami apa cari supir? Cari suami apa cari tukang bawa barang? hehehe... Rasanya ga pas kalau status seperti itu ditulis di FB/timeline line/ status IG maybe... sorry ya kalau ada yang tersindir atau tertabrak, status ini memang untuk Anda...
Cari suami/pacar itu bukan cari pelengkap tapi pendamping hidup saat susah maupun senang, saat sakit atau sehat, saat kaya atau miskin... Artinya siap menghadapi segala sesuatu baik pada saat dia ada atau tidak, saat dia bisa perhatian atau tidak(sibuk kerja)(perhatian mah harussss.....hehehe), saat dia dapat mengantar atau tidak, dsb... Toh waktu single bisa kan sendiri?
orang menikah itu harusnya 2 2 nya sama2 single(utuh) sehingga saling memberi karena jika kita memberi dari kekurangan kita maka pada suatu saat kita akan menuntut untuk dipenuhi...
Mengutip Ps.Juan Mogi minggu lalu, kasih itu memberi dan memberi dan memberi... Menikah itu juga harus dilandasi dengan kasih... Apakah saya adalah istri yang sempurna? Belum.. masih belajar juga apalagi usia pernikahan kami masih tergolong muda... tapi kalau kita bisa membangun healthy relationship saya rasa benar seperti yang dikotbahkan minggu lalu yaitu fase honeymoon-pengenalan dan penerimaan (mungkin ada konflik dan ketidak senangan disini) lalu kembali ke fase honeymoon dan selamanya honeymoon....
Apa sih fase honeymoon itu? wait on my next post.... hehehe
Showing posts with label Some Thoughts. Show all posts
Showing posts with label Some Thoughts. Show all posts
Thursday, May 4, 2017
Sunday, April 23, 2017
God knows the best
How do you feel when God said "Wait!"?
I also believe, to strengthen the other you must through the same kind of problems too. So, If God want to use me as His tools to share His miracles upon my life, I must through the process too. Faith is hoping something that you know it is impossible. Faith goes beyond our mind, our logic, our strength, and our capability to make it comes true.
Maybe some of you will say, nowadays there are so many ways to get a child including IVf. Yes it is true, but when I think about it, I remember about Sarah that one step closer to get a child but She asked Abram to sleep with her maid. We want a child but we want God's miracle instead try our best to get a child.
In the beginning I asked you, how do you feel if God told you to wait? Our feeling must be sad, upset, or maybe even worse we start to hate God.
Hey you over there, If you hate God and start to stand the other side of Him then you have took a silly decision. God is our creator, the one who knows the best for us. If you start to take stand with devil means you lose. Remember, the devil is the the one that thrown away from God. You take stand with it means you are a loser too.
When God asked us to wait means He knows the best for us. Maybe, the road in front of us is a cliff or the valley of shadows that filled with cries and suffering. Why you choose to jump to the valley of sorrow when you can taste His blessing on the ground you stand now.
For some of you, who felt like you've been fall to the valley, it's not late yet to ask Him pull you from that place. Be grateful for what you have now and don't let the devil take it from You. Once again, I just want to say God knows the best for our life.
Tuesday, April 9, 2013
Acceptance
Acceptance
Seorang
gadis belia duduk menanti seorang pria yang berjanji untuk menemuinya hari ini.
Jika dilihat orang, gadis ini memang berparas cantik tetapi ada kalanya
sikapnya menjadi seorang yang jutek, galak, dan tidak dapat didekati. Hari itu
sang pria dating sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Ia turun dari
angkutan dan menggenakan baju seadanya yang menurut sang gadis tidak layak
untuk dipakai.
Gadis
ini, sebut saja namanya Fillia. Ia memiliki standard tersendiri dalam memilih
pasangan serta penampilan fisik pasangannya. Sebuah kesalahan fatal ketika pria
tersebut memakai baju yang menurut Fillia sudah lusuh. Ia turun dengan santai
dan menjabat tangan Fillia. Sekita itu juga di dalam hati dan pikiran Fillia
telah menolak pria tersebut. Akan tetapi perasaan kesepian dan kosong begitu
mendominasi hidupnya yang dianggap orang sempurna.
Fillia
memang pintar, cantik, dan terpandang. Banyak pria yang mencoba mendekatinya.
Hasrat ingin mengisi kesepian begitu mendominasi hatinya sehingga ia tak kuasa
menolak pria tersebut mentah-mentah. Sambil mengulur waktu, hubungan mereka
berkembang. Fillia mendapatkan apa yang ia mau, sampai suatu titik penolakan
itu lebih kuat dari hasrat kesepiannya. Ia akhirnya menolak pria malang
tersebut. Fillia memacu dirinya untuk mencari pria yang lebih baik lagi secara
fisik.
Singkat
cerita, ia bertemu dengan seorang pria tampan dan berani menggoda dia. Pada
dasarnya, ia menghargai pria yang bisa masuk secara tepat dalam kehidupannya.
Semuanya terlihat begitu sempurna. Ia mengenalkan pria tersebut pada seorang yang
dianggapnya dapat dipercaya. Orang tersebut meragukan pria tampan ini karena
preingainya. Fillia juga menggenalkan pria ini pada keluarganya. Semua berjalan
dengan baik, namun peringai kasar dari pria ini mulai tampak. Belum Fillia
menerimanya sebagai pasangan ia melihat bahwa pria ini kasar.
Sekali
lagi, Fillia harus patah hati. Pria demi pria telah banyak ia temui dengan
kisah yang hampir serupa dalam hidupnya. Dalam hitungan minggu/ bulan, Fillia
dapat menggandeng calonnya. Tetapi semuanya tidak pernah berlanjut ke jenjang
pacaran. Fillia merasa dirinya tidak berharga dan tidak dapat diterima. Sebenarnya,
kemelut apa yang ada dalam diri Fillia?
Berawal
dari kisah masa kecilnya. Fillia memang pandai namun jika Fillia mendapakan
nilai dibawah 80, ibunya selalu memarahinya dan berkata bahwa Fillia tidak
maksimal. Ia seharusnya mendapatkan 100 seperti anak teman ibunya. Fillia kecil
merasa tertolak dan gagal jika ia tidak dapat maksimal. Perasaan dan pemikiran
ini terus ia bawa sampai ia dewasa.
Terlebih
lagi sewaktu SD, teman-teman wanita Fillia selalu memusuhi dia. Entah apa alasan
mereka, mungkin karena iri atau hal lainnya. Fillia sekalagi tertolak. Bagi
dia, jika orang tidak mengakui kehebatannya atau kelebihannya berarti ia tidak
berguna. Ia berusaha terus memacu prestasinya. Ditengah-tengah, Fillia
dipindahkan ke SD yang lebih bergengsi. Ia berharap teman-teman di SD baru
lebih baik dan menerima dia. Memang mereka menerima Fillia karena Fillia masuk
TK yang sama dengan SD barunya saat ini. Di lain pihak, ketika Fillia hendak
masuk sekolah tersebut, kepala sekolahnya pernah berkat, “ Sudah dapat
mengikuti saja sudah bagus. Tidak perlu muluk-muluk ingin rangking.” Ia merasa tertolak sekali lagi.
Kata-kata
itu terus membayangai Fillia. Ia memacu dirinya lebih keras lagi agar ia dapat
diakui. Ia ingin semua orang yang pernah menolak dia tahu apa yang dapat ia
kerjakan. Ia akan merasa sangat puas ketika orang yang mencela atau
meragukannya mengakui kehebatannya. Hidupnya selalu dibwah bayang-bayang
penolakan atau penerimaan. Ia memakai semua kedok prestasi untuk membuktikan
bahwa mereka salah. Ia lulus menjadi salah satu lulusan terbaik sekolah
tersebut.
Saat
SMP, Fillia masuk ke sekolah yang lebih berkualitas. Ia menghadapi atu geng
yang sengaja mengerjai dia. Ketua geng dan anggotanya mengitimidasi Fillia. Di
hadapan mereka, Fillia tetap tegar. Ketika pulang, hatinya tertekan karena ia
tidak berani bercerita pada ibunya karena ibunya pasti memarahi dia lagi karena
tidak melawan atau melapor pada guru.
Intimidasi
itu selesai setalh 1 minggu, tangis dan bebannya meledak di rumah. Fillia
bercerita pada ibunya. Ibunya hanya merangkulnya dan bertanya pada Fillia,
kenapa Fillia tidak cerita. Fillia kehabisan kata-kata. Ia merasa lemah
dihadapan ibunya saat itu. Fillia hanya diam dan menangis. Peristiwa dengan
geng itu membuatnya sekali lagi berada dalam posisi tertolak. Saat SMP, ada
seorang pria yang jatuh hati pada Fillia yang saat itu sangat gemuk dan jelek.
Ketika, ia tahu ada seorang pria tampan jatuh hati padanya, ia merasa sangat
diterima. Ia berusaha memperbaiki diri, namun pada akhirnya mereka harus
berpisah juga. Fillia merasa “ketagihan” dengan perasaan penerimaan itu.
Ia
juga punya standard minimum, yaitu pria yang dekat dengan dia harus sama dengan
pria tersebut atau lebih. Ia tidak tenang tanpa adanya acceptance itu. Ia
bergumul sampai ia dewasa. Ia selalu mecari kasih yang semu itu. Buat Fillia,
Tuhan Yesus mati buat semua orang. Tidak ada bagian yang special buat Fillia.
Ia merasa kurang dengan kasih Tuhan. Sampai suatu titik, Fillia merasa lelah
dengan semua kisah cintanya. Ia mendengarkan kisah orang yang hidupnya lebih
kelam dari dirnya. Ia tahu bahwa Tuhan menerimanya dan tak ada kasih yang
benar-benar sejati kecuali dari Tuhan..
Hari itu menjadi titik pandang baru
baginya dan tahu bahwa yang special adalah dirinya. Ia diciptakan berharga,
Tuhan memilih dia. SEMUA BEBAN,KEKECEWAAN,PENOLAKAN HILANG DARI DIRINYA. Ia
tahu sekarang bahwa dirinya berharga. Pria bukanlah segalanya dan bukanlah
tolak ukur penerimaanya lagi saat ini. SETIAP KITA ADALAH BERHARGA DI MATA
ALLAH dan IA MENERIMA KITA APA ADANYA! Datanglah padanya apabila Anda sedang
bergumul dalam masalah yang sama seperti Fillia. Temukan kasihNya yang sejati.
Ia menunggu Anda saat ini. Ia menunggu Anda dan saya.
Jangan ada lagi kekhawatiran,
ketakutan, kecemasan, rendah diri, dan semua hal yang bukan dari Tuhan dalam
diri kita. Tuhan Yesus memberkati J
Tuesday, September 25, 2012
Sinful Nature
Can anyone in this
world claim that he/she never fall into sin? Can anyone claim that he/she is a
perfect being? I guess the answer will say no... Only God's perfect. I'm not a
perfect person too, I know that many sins inside me that have to be clear up. Sometimes,
I fell that I'm not "holy" enough to come to God and said,
"Lord, I was fall." Inside my heart, the devil said to me, "You
don't have to come to God anymore. He is too far outside there." I ever
heard the devil's voice in my university life. My relationship with God became
dry and dead until I realized that My God came to this earth to save the one
that weak, sick, sinful, and want to be saved. He didn't come for those who
think that they already righteous. He came to save me and to save you. Maybe we
made many mistakes and keep falling into sin, but in that time, shout his name,
come with a humble heart and confess your weaknesses (mistakes/sins). He will
lead you back home. Here I attached a video that show, we as a human being
sometimes want to fulfill our wants before we think it is pleasing to God or
not. In the end, He still waits for us to come back...
Or
in your struggle, maybe you want to make him sad. You make sins in
your consciousness, you willingly fall into sins. I also ever did it. I
felt at that time, God was not just to me. A human, His creation should not ask
this kind of question actually. We are his creation, but as we are sinful
nature, we ask God and feel our life is full with injustice. If we can
live today, it is because of His mercy. Why we have to blame God about our
suffering. Back to the topic of Conscious sins, at that time, I just came to
God with brokenhearted. I say sorry to God because I was made Him sad,
especially Holy Spirit (The one that God given to us as the replacement of
Jesus in this world along our lives). You and me, we never be perfect but one
thing that we should trust. If we come to Him, humbly bow down, confess our
sins, He will heal us and He stretched His arm wide open and says,
"My Child, you are worth to be loved, I love you, never go away anymore.
You are my precious one." I attached a video about God's love to us...
Saturday, September 8, 2012
My Concern
Belakangan ini yang sedang marak terjadi adalah kasus kebakakaran, bunuh diri, free sex, pemberontakan dan banyak hal lainnya yang tentu telah membuat senang Iblis. Kebakaran dan kekeringan yang terjadi di beberapa tempat dan tak terluput Ibu Kota Jakarta merupakan sebuah kasus yang terjadi karena faktor alam ataupun ketidaksengajaan. Hal ini tak dapat kita elakkan dan hindari, akan tetapi ada beberapa hal yang terus membuat hati saya terusik terutama sebagai Guru dari siswa-siswi SMP dan SMA. Kasih sayang semakin luntur di berbagai kalangan baik remaja, dewasa muda, sampai lansia.
Apabila kita melihat ke belakang banyak sekali perbedaan yang telah terjadi selama ini, dulu ketika saya SMP, apabila saya mendapatkan nilai merah saya akan berjuang dengan lebih baik lagi dan menyadari apa yang menjadi kesalahan saya tanpa saya berani menyalahkan Guru saya. Mendapatkan ulangan lebih dari 2 dalam sehari? Itu pun hal biasa dan membuat pribadi saya menjadi pribadi yang tangguh.
Namun bila kita bandingkan dengan tahun 2012, para remaja memiliki daya juang yang sangat lemah. Tak sedikit remaja yang hanya merasa stress apabila mendapatkan nilai merah tanpa melakukan suatu upaya perbaikkan. Apabila kita melihat lebih dalam, ada beberapa akar masalah yang sebenarnya sama dari dulu sampai saat ini. Sama seperti bakteri yang terkena antibiotik dan tidak dituntaskan akan semakin kebal, begitu pula yang terjadi pada zaman ini. Akar masalah yang diturunkan dari generasi ke generasi tak pernah diputuskan tetapi malah diulangi dengan lebih parah. Hasilnya dari masalah itupun akan termanifestasikan dengan lebih parah. Pemberontakan, free sex, dan bunuh diri adalah hasil dari akar-akar masalah tersebut. Apa sajakah yang menjadi akar masalahnya?
1.Kurangnya perhatian dari orang tua
2.Pola asuh yang salah
3.Kontrol orang tua
4.Pergaulan
Ke-empat masalah diatas bukankah menjadi sorotan yang terus menerus ada dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi, dan dari tahun ke tahun.
1.Kurangnya perhatian dari orang tua
Seorang anak yang dibesarkan dengan tanpa figur ayah dan kurangnya cinta kasih dari kedua orang tuanya akan terjerumus dalam kesenangan pribadi/ego ataupun mencari perhatian di luar lingkungan keluarga. Ketika anak tersebut beranjak dewasa, ada sebuah siklus yang mungkin akan ia lewati yang disebut pernikahan. Selama masa pertumbuhannya dia tak mengenal seperti apa cinta kasih yang benar yang harusnya diberikan oleh kedua orang tuanya, ketika ia dewasa, ia pun tak akan mengerti bagaimana ia harus memberikan cinta kasih yang benar pada anak-anaknya. Siklus yang sama akan tetap terjadi jika ia tak mengenal kasih yang sejati. Sebagai seorang pendidik, kita memiliki peran bukan hanya sebagai guru namun juga sebagai orang tua mereka di sekolah. Ketika mereka tak mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup di rumah, kita memiliki kesempatan untuk membuat mereka merasa diperhatikan dan dikasihi. Tentu kita pun perlu merangkul orang tua agar dapat bekerja sama dengan kita. Rantai itu harus terputus setidaknya pada anak didik yang kita ajar. Remaja yang hancur akan menghasilkan remaja yang hancur pula jika mereka tak pernah dipulihkan. Kasih Bapa, dan Yesus Kristus telah membuat kita umat Kristiani dapat pulih kembali, kasih yang sama yang dapat kita berikan kepada mereka yang membutuhkan.
2.Pola asuh yang salah
Ada 4 pola asuh orang tua pada anak-anaknya. Otoriter,Permissive,Demokratis, dan Neglectful.
Pola asuh yang ideal adalah pola asuh demokratis/authoritative, pola asuh seperti ini memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih namun tetap dalam tuntunan orang tua. Kesibukan orang tua mewarnai zaman ini. Terlebih parah mereka mendidik anak secara neglectful tetapi memberikan standard yang tinggi kepada anak. Hal ini membuat tekanan pada generasi ini semakin berat. Bayangkan jika Anda berada pada posisi dimana Boss Anda meminta Anda mengerjakan segala hal sempurna tanpa ia mau membantu Anda dan menjelaskan dengan jelas apa yang harusnya Anda kerjakan dan apa yang tidak. Dalam kondisi seperti ini, bukankah ini membuat Anda sangat tertekan? Dalam dunia pekerjaan,jika Anda tidak cocok dengan Boss Anda, Anda dapat mengundurkan diri, namun bagaimana dengan keluarga? Anak tak dapat memilih di keluarga mana ia akan dilahirkan. Kaum orang tua, mengerti caranya "bersenang-senang" tanpa berpikir bagaimana membesarkan buah yang terlahir. Kondisi seperti ini membuat generasi yang terlahir bertambah parah dari zaman ke zaman. Perhatian yang cukup dan pola asuh yang benar saja tak menjamin bahwa anak-anak zaman ini terbebas dari godaan yang zaman ini tawarkan pada mereka, apalagi tanpa adanya perhatian serta pola asuh yang benar.
3.Kontrol orang tua
Hal ini adalah salah satu faktor yang mendukung keberhasilan dalam mendidik anak, terkadang orang tua yang merasa telah memberikan perhatian penuh kepada anaknya melepaskan kontrol terhadap anaknya. Mereka menganggap bahwa mereka telah memberikan perhatian dan anak mereka dapat di percaya. Dulu saja hal ini sering dimanfaatkan sebagian pelajar. Mereka berlaku baik di hadapan orang tua lalu orang tua merasa senang dan memberikan kepercayaan penuh pada anak. Lantas, apa yang terjadi? Pernahkah saat Anda masih sekolah para murid pencinta komik bercerita dengan sangat senang atas "penipuan" yang mereka lakukan atas orang tuanya? Mereka diberi kepercayaan untuk belajar dalam kamar sendiri ternyata yang dikerjakan adalah membaca komik. Itu saat saya masih SMP/A, sekarang? Teknologi dan media semakin berkembang, apa yang anak Anda kerjakan saat mereka diberikan kepercayaan penuh tanpa adanya kontrol? Kontrol yang dimaksudkan disini adalah kontrol dengan kasih persahabatan. Bangun persahabatan dengan mereka, berikan mereka kepercayaan pada area-area dimana mereka aman. Jangan sekali-kali membiarkan mereka sendiri di zona yang tidak aman. Contoh: Komputer/Laptop dengan akses tanpa batas di berikan kepada anak di kamarnya. Pornografi mengancam anak Anda secara agresif pada zaman ini.
4.Pergaulan
Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Ketiga hal diatas tak akan sempurna tanpa pergaulan yang baik. Pertanyaannya adalah bagaimana kita dapat menempatkan anak pada pergaulan yang baik ataupun mencegah perkembangan zaman. Tak ada yang dapat kita lakukan untuk itu, yang dapat kita lakukan adalah menjadi sahabat mereka. Ketika mereka dapat mempercayai kita, kita dapat membantu mereka menentukan komunitas mana yang baik dan bagaimana mereka dapat mengatasi perkembangan zaman ini...
Terlebih dari pada semuanya itu kenalkan anak Anda pada iman yang benar sedini mungkin. Anak yang memiliki SQ yang baik akan mendukung perkembangannya dengan lebih baik. Let's transform this generation by changing our point of view and take action... Jangan biarkan generasi ini semakin terperosok pada pornografi, narkoba, free sex, dan depresi ataupun bunuh diri...Gbu all
Terlebih dari pada semuanya itu kenalkan anak Anda pada iman yang benar sedini mungkin. Anak yang memiliki SQ yang baik akan mendukung perkembangannya dengan lebih baik. Let's transform this generation by changing our point of view and take action... Jangan biarkan generasi ini semakin terperosok pada pornografi, narkoba, free sex, dan depresi ataupun bunuh diri...Gbu all
Labels:
Some Thoughts
Location:
Jakarta Capital Region, Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)