Showing posts with label The power of prayer. Show all posts
Showing posts with label The power of prayer. Show all posts

Wednesday, February 17, 2016

My love story

HE IS THE ONE 

God design a little heaven in my life


            Hi all, it's been a long time from my absence in this blog. I was busy back then by my wedding preparation last year. I'm a married woman to a lovely and handsome man, Mr.Welly Reagan. Our wedding was held on 10-10-15. Later, I will share my wedding preparation stories. How many of us still believe that drama movie can be real? I don't, personally..but it happened in my life. 
           So, this is the story.. Four and half years ago ( March- June 2011), I met this man. We were working in the same room. He prepared flyer for retreat in our church that day, and I came once in a week to prepare multimedia ministry on Sunday. So, we met and barely talk, just know each other.    I love another man on that period ( not my boyfriend just crush) . I looked him as a grown up man and I just a youth (He is too old for me). He is working and I just an undergraduate student. He is 4 years older than me. 
            I thought that our meetings stopped there. But, accidentally it's not. I was walking with my best friend (Ms.N) and I want to chat about my love life. He was in the same restaurant and saw us, He asked us to join him and his friends. He asked our BBM Pin and He started chat with my BF. He asked me so many information about her. Shortly, they were in a relationship from March,2012 until early June,2014. 
           In the same time, when they broke up, my phone broke up. So, my phone were going to service center and they don't have my temporary contact. I knew the news around late June by my BF. In the same time, I were considering another man. By July 14th,2104, He contacted me when I waited for that other man (Mr.H). Mr.H was went into a place until late night, He went to sleep without tell me his arrival.
          We (I and Mr,Welly) talked about his opinion on their broke up reason and end up with knowing our vision is same. I willingly submit my career and become a house wife. Anyway Mr.H want to go to same country with my BF. Mr.Welly and Ms.N broke up because Ms.N want to study abroad for a long time, but Mr.Welly didn't want to go. As I knew Mr.H and Ms.N want to go to same country so, I introduced Mr.H to Ms.N. They already went to that country, they were engaged,.
                As the story goes by, I'm continuing our story ( Mr.Welly and I). In our journey, the road wasn't smooth. His first action was, know my parents and He introduced me to His Dad. He was looking for a house that day. Stormy day came to our "PDKT" stage. Miscommunication and distance are the problem among us. Our communication style is different, I love to talk by phone. He love to text me. I hate it that way...Oughhh
                Another problem was come and go.. Day by day, week by week, month by month, and after 5 months, He finally asked me to become His life partner (proposing). He didn't asked me to be his girlfriend but his wife.. December 22, 2014. So, we are in relationship and have our engagement on March 22,2015, and held our wedding on October 10, 2015..


The drama part is that we exchange partner accidentally. I love this "accident"

God really design a little heaven in my life, since you came into my life... I love you Mr.Welly Reagan. +Welly Reagan 

Our journey to marriage stage will be share soon ^^


See you, Gbu



Sincerly,



Priska Reagan

Thursday, January 8, 2015

My dream come true

Hi again...

Just come back from a long journey :p

Tema ku kali ini adalah mimpiku yang jadi nyata... Dari aku kecil, aku sudah memiliki sebuah nazar, ikrar, mimpi, janji atau apapun sebutannya. Hal itu agak sedikit ku sesali memasuki masa SMP, sepertinya Tuhan menutup jalan untuk orang-orang yang mencintaiku. Hubungan kami hanya berlangsung sampai PDKT. Tak pernah ada jawaban iya yang aku lontarkan.

Memasuki masa SMA, aku mulai kesal dan sedih ketika lagi-lagi sepertinya Tuhan tutup jalan. Nazar telah terucap, janji, dan mimpi tak dapat kutarik lagi. Terlanjur rasanya untuk berhenti di tengah jalan. Dengan idealisme yang tinggi aku melanjutkan hidup dan berusaha mengubur dalam-dalam keinginanku untuk memiliki pasangan. ku fokuskan diriku untuk belajar dan terus belajar. Godaan tentu banyak, tapi tak ku hiraukan.

Menapaki bangku kuliah, kurasa ini adalah saat yang tepat untuk membangun hubungan spesial. Tetapi kegagalan demi kegagalan terus ku temui. Hingga lelah hati ini mengapai asa yang melambung tinggi. Seringkali aku bersikap nekat dan aku tidak perduli akan kehendak Tuhan. Aku merasa Tuhan tidak adil, ak melihat teman-temanku yang memiliki pasangan sedangkan aku tidak.Tapi jalan tidak pernah terbuka untuk orang yang tidak tepat. Belum lagi pertanyaan sinis dari sanak saudara yang menanyakan mengenai kapan punya pacar? Oh Tuhan, rasanya aku ingin menghilang ditelan bumi

Kehampaan hati lebih terasa lagi ketika memasuki masa kerja awal. Rasanya aku sudah menjadi ratu bagi duniaku tapi dimana Raja untuk hatiku. Seolah tak kurang, aku sempat dengan seorang pria yang bahkan sudah datang menemui orang tuaku. Rasanya aku tak perlu lagi tanya Tuhan, yang penting aku mau dia. Tetapi karena bukan dia yang terbaik tetap Tuhan menjauhkannya dariku. 

Memasuki tahun ketiga aku bekerja(23,5 tahun) aku lebih tenang dan berusaha tegar, terlebih aku dipercaya untuk memegang kelas yang akan segera menghadapi UN. Menjadi walikelas 9 bukanlah hal yang mudah, banyak yang harus diurus. Di hari terakhir sebelum tahun ajaran 2013/2014 berakhir aku sempat bersyukur pada Tuhan, karena aku akan merasa sangat terbeban dengan adanya pasangan. Aku hanya berharap akan mempunyai pasangan di saat yang tepat. Tahun ajaran pun berganti, seseorang hadir dan aku hampir saja memilihnya. 

Tepat disaat yang nyaris bersamaan, aku merasa bukan dia yang tepat (sebut saja H).Untuk apa aku melajang selama 23,5 tahun dan nekat dengan orang yang tidak tepat. Di hari yang sama dimana aku melepaskannya, aku menjalin komunikasi dengan seorang teman lama yang juga adalah mantan pacar dari sahabatku(sebut saja N). Di saat yang sama, aku merasa apakah dia adalah yang terbaik? Hatiku seolah berkata, sepertinya dia yang terbaik. Pikiranku, kutepis jauh-jauh karena dia baru saja putus. Dan apakah pantas?

Singkat cerita, hubungan kami semakin dekat. Tak ada gelora asmara yang menggebu, hanya ada perjalanan yang terus dipertahankan ketika menghadapi badai dan jalan-jalan yang penuh dengan bebatuan tajam. Oh Tuhan, aku merasa tersiksa dengan perjalanan ini. Tapi kami terus bertahan. Satu titik, aku mengenalkan H dengan N. Saat aku kemukakan bahwa aku sedang dekat dengan mantannya, dia sempat marah. Tetapi pada akhirnya H dengan N bersatu(pacaran). Aku masih dalam status "digantung" hahaha.. 

Pada akhirnya, hari "penentuan" tiba. Aku dibawa ke Bandung untuk berkenalan dengan mamanya. Hari itu tanggal 19 Desember 2014, secara mendadak ia memintaku untuk berangkat dan menginap di Bandung. Tanggal 20 Desember 2014 sore,kami pulang. Sepanjang di Bandung dan perjalanan, ia sering menyentuhku mesra.. tapi kami masih sadar semua norma dan etika. Tanggal 21 Desember, kepala kami saling bersandaran di bioskop.
Tanggal 22 Desember 2014, ia memintaku untuk berkomitmen dengannya dan aku berikan surat penerimaan yang sudah aku siapkan sebelumnya. Saat itu, aku tahu bahwa Tuhan yang membuka jalan kami berdua. He is my first and my last... Love you to the moon and back my Charming Prince, Mr.Welly..you are my best.

Thank you Lord, for guide us this far.. 



Tuesday, April 9, 2013

Acceptance


Acceptance
                Seorang gadis belia duduk menanti seorang pria yang berjanji untuk menemuinya hari ini. Jika dilihat orang, gadis ini memang berparas cantik tetapi ada kalanya sikapnya menjadi seorang yang jutek, galak, dan tidak dapat didekati. Hari itu sang pria dating sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Ia turun dari angkutan dan menggenakan baju seadanya yang menurut sang gadis tidak layak untuk dipakai.
                Gadis ini, sebut saja namanya Fillia. Ia memiliki standard tersendiri dalam memilih pasangan serta penampilan fisik pasangannya. Sebuah kesalahan fatal ketika pria tersebut memakai baju yang menurut Fillia sudah lusuh. Ia turun dengan santai dan menjabat tangan Fillia. Sekita itu juga di dalam hati dan pikiran Fillia telah menolak pria tersebut. Akan tetapi perasaan kesepian dan kosong begitu mendominasi hidupnya yang dianggap orang sempurna.
                Fillia memang pintar, cantik, dan terpandang. Banyak pria yang mencoba mendekatinya. Hasrat ingin mengisi kesepian begitu mendominasi hatinya sehingga ia tak kuasa menolak pria tersebut mentah-mentah. Sambil mengulur waktu, hubungan mereka berkembang. Fillia mendapatkan apa yang ia mau, sampai suatu titik penolakan itu lebih kuat dari hasrat kesepiannya. Ia akhirnya menolak pria malang tersebut. Fillia memacu dirinya untuk mencari pria yang lebih baik lagi secara fisik.
                Singkat cerita, ia bertemu dengan seorang pria tampan dan berani menggoda dia. Pada dasarnya, ia menghargai pria yang bisa masuk secara tepat dalam kehidupannya. Semuanya terlihat begitu sempurna. Ia mengenalkan pria tersebut pada seorang yang dianggapnya dapat dipercaya. Orang tersebut meragukan pria tampan ini karena preingainya. Fillia juga menggenalkan pria ini pada keluarganya. Semua berjalan dengan baik, namun peringai kasar dari pria ini mulai tampak. Belum Fillia menerimanya sebagai pasangan ia melihat bahwa pria ini kasar.
                Sekali lagi, Fillia harus patah hati. Pria demi pria telah banyak ia temui dengan kisah yang hampir serupa dalam hidupnya. Dalam hitungan minggu/ bulan, Fillia dapat menggandeng calonnya. Tetapi semuanya tidak pernah berlanjut ke jenjang pacaran. Fillia merasa dirinya tidak berharga dan tidak dapat diterima. Sebenarnya, kemelut apa yang ada dalam diri Fillia?
                Berawal dari kisah masa kecilnya. Fillia memang pandai namun jika Fillia mendapakan nilai dibawah 80, ibunya selalu memarahinya dan berkata bahwa Fillia tidak maksimal. Ia seharusnya mendapatkan 100 seperti anak teman ibunya. Fillia kecil merasa tertolak dan gagal jika ia tidak dapat maksimal. Perasaan dan pemikiran ini terus ia bawa sampai ia dewasa.
                Terlebih lagi sewaktu SD, teman-teman wanita Fillia selalu memusuhi dia. Entah apa alasan mereka, mungkin karena iri atau hal lainnya. Fillia sekalagi tertolak. Bagi dia, jika orang tidak mengakui kehebatannya atau kelebihannya berarti ia tidak berguna. Ia berusaha terus memacu prestasinya. Ditengah-tengah, Fillia dipindahkan ke SD yang lebih bergengsi. Ia berharap teman-teman di SD baru lebih baik dan menerima dia. Memang mereka menerima Fillia karena Fillia masuk TK yang sama dengan SD barunya saat ini. Di lain pihak, ketika Fillia hendak masuk sekolah tersebut, kepala sekolahnya pernah berkat, “ Sudah dapat mengikuti saja sudah bagus. Tidak perlu muluk-muluk ingin rangking.”  Ia merasa tertolak sekali lagi.
                Kata-kata itu terus membayangai Fillia. Ia memacu dirinya lebih keras lagi agar ia dapat diakui. Ia ingin semua orang yang pernah menolak dia tahu apa yang dapat ia kerjakan. Ia akan merasa sangat puas ketika orang yang mencela atau meragukannya mengakui kehebatannya. Hidupnya selalu dibwah bayang-bayang penolakan atau penerimaan. Ia memakai semua kedok prestasi untuk membuktikan bahwa mereka salah. Ia lulus menjadi salah satu lulusan terbaik sekolah tersebut.
                Saat SMP, Fillia masuk ke sekolah yang lebih berkualitas. Ia menghadapi atu geng yang sengaja mengerjai dia. Ketua geng dan anggotanya mengitimidasi Fillia. Di hadapan mereka, Fillia tetap tegar. Ketika pulang, hatinya tertekan karena ia tidak berani bercerita pada ibunya karena ibunya pasti memarahi dia lagi karena tidak melawan atau melapor pada guru.
                Intimidasi itu selesai setalh 1 minggu, tangis dan bebannya meledak di rumah. Fillia bercerita pada ibunya. Ibunya hanya merangkulnya dan bertanya pada Fillia, kenapa Fillia tidak cerita. Fillia kehabisan kata-kata. Ia merasa lemah dihadapan ibunya saat itu. Fillia hanya diam dan menangis. Peristiwa dengan geng itu membuatnya sekali lagi berada dalam posisi tertolak. Saat SMP, ada seorang pria yang jatuh hati pada Fillia yang saat itu sangat gemuk dan jelek. Ketika, ia tahu ada seorang pria tampan jatuh hati padanya, ia merasa sangat diterima. Ia berusaha memperbaiki diri, namun pada akhirnya mereka harus berpisah juga. Fillia merasa “ketagihan” dengan perasaan penerimaan itu.
                Ia juga punya standard minimum, yaitu pria yang dekat dengan dia harus sama dengan pria tersebut atau lebih. Ia tidak tenang tanpa adanya acceptance itu. Ia bergumul sampai ia dewasa. Ia selalu mecari kasih yang semu itu. Buat Fillia, Tuhan Yesus mati buat semua orang. Tidak ada bagian yang special buat Fillia. Ia merasa kurang dengan kasih Tuhan. Sampai suatu titik, Fillia merasa lelah dengan semua kisah cintanya. Ia mendengarkan kisah orang yang hidupnya lebih kelam dari dirnya. Ia tahu bahwa Tuhan menerimanya dan tak ada kasih yang benar-benar sejati kecuali dari Tuhan..
Hari itu menjadi titik pandang baru baginya dan tahu bahwa yang special adalah dirinya. Ia diciptakan berharga, Tuhan memilih dia. SEMUA BEBAN,KEKECEWAAN,PENOLAKAN HILANG DARI DIRINYA. Ia tahu sekarang bahwa dirinya berharga. Pria bukanlah segalanya dan bukanlah tolak ukur penerimaanya lagi saat ini. SETIAP KITA ADALAH BERHARGA DI MATA ALLAH dan IA MENERIMA KITA APA ADANYA! Datanglah padanya apabila Anda sedang bergumul dalam masalah yang sama seperti Fillia. Temukan kasihNya yang sejati. Ia menunggu Anda saat ini. Ia menunggu Anda dan saya.  
Jangan ada lagi kekhawatiran, ketakutan, kecemasan, rendah diri, dan semua hal yang bukan dari Tuhan dalam diri kita. Tuhan Yesus memberkati J

Tuesday, September 25, 2012

Sinful Nature


Can anyone in this world claim that he/she never fall into sin? Can anyone claim that he/she is a perfect being? I guess the answer will say no... Only God's perfect. I'm not a perfect person too, I know that many sins inside me that have to be clear up. Sometimes, I fell that I'm not "holy" enough to come to God and said, "Lord, I was fall." Inside my heart, the devil said to me, "You don't have to come to God anymore. He is too far outside there." I ever heard the devil's voice in my university life. My relationship with God became dry and dead until I realized that My God came to this earth to save the one that weak, sick, sinful, and want to be saved. He didn't come for those who think that they already righteous. He came to save me and to save you. Maybe we made many mistakes and keep falling into sin, but in that time, shout his name, come with a humble heart and confess your weaknesses (mistakes/sins). He will lead you back home. Here I attached a video that show, we as a human being sometimes want to fulfill our wants before we think it is pleasing to God or not. In the end, He still waits for us to come back... 


Or in your struggle, maybe you want to make him sad. You make sins in your consciousness, you willingly fall into sins. I also ever did it. I felt at that time, God was not just to me. A human, His creation should not ask this kind of question actually. We are his creation, but as we are sinful nature, we ask God and feel our life is full with injustice. If we can live today, it is because of His mercy. Why we have to blame God about our suffering. Back to the topic of Conscious sins, at that time, I just came to God with brokenhearted. I say sorry to God because I was made Him sad, especially Holy Spirit (The one that God given to us as the replacement of Jesus in this world along our lives). You and me, we never be perfect but one thing that we should trust. If we come to Him, humbly bow down, confess our sins, He will heal us and He stretched His arm wide open and says, "My Child, you are worth to be loved, I love you, never go away anymore. You are my precious one." I attached a video about God's love to us... 



Tuesday, December 27, 2011

Testimony

The power of pray, in the mid of difficulties, i use my blog to share my story. This is the story of my mother, on November 30th, 2011, my mother was sick and hardly to breath. After go to doctor, the doctor said that my mother's heart didn't work well.He gave my mother some drugs to heal her heart. After she daily consume it, she became more sick because she couldn't eat anything, Every day i just want to cry when I saw my mother's suffering. After 2 weeks seeing my mother's condition, I knew that must be something wrong with her. In the top of the hardly condition I bow on my knees and i surrender to God. Nothing happens to my mother or answer to my pray. I sat on a table and saw a package of a drug and God gave me wisdom to check my mother's drug and  I was shocked to know that my mother's drug made her stomach didn't work well, finally she became better after stop consuming those drugs. After 2 days of peaceful condition, in the third day she became worst than before. I really panic on that time and keep asking why. She like want to die before God's time. In the other side, my mother knew what happened to her because she want to run away from God's plan. She is a prayer in the church but after she worked she never served in the church anymore. She plan to stop working on December 31'th 2011 but God's plan of her life have to happen on November 30th 2011. Beside that, she always pray for her family alone. In pray we need a team who can support us and cover each other. In conclusion, we need a team to pray and pray is the power of healing and reconciliation. God know's our heart but we have to state our heart to God. Don't ever run from God's plan if we run from His plan we equally same with those who are not living in the God's word. Like Ruth 1- I remember KoPhilip's Preaching from Ruth 1.   I love you God, thank you Lord now my mother's condition become much better than before.Jbu